Sunday, 14 May 2017 2 comments

Kini

Karena Kita Ada maka dari Kitalah Semua Bermula

"ada-ada saja cara Allah menunjukkan kasih sayang kepada hambanya", begitu celoteh seorang bodoh yang baru saja menyadari kesalahan yang baru saja dibuatnya. kesalahan yang mungkin dengan sukses menorehkan kenangan tidak menyenangkan bagi orang lain yang ada di sekitarnya di kala itu. 

Memang benar bahwa sikap kita yang berantakan, ucapan kita yang menjengkelkan, tingkah kita yang urakan, kita lah yang memiliki kuasa penuh diatas semuanya. namun di sisi lain harus kita fahami betul bahwa boleh jadi bagian diri kita yang terekspresikan kepada dunia luar, tanpa kita sadari atau disadari secara penuh, akan bertransformasi menjadi sumber kebaikan yang nilai kebaikannya akan terus berantai kepada sesiapa saja diluar sana yang bahkan tak tahu dimana pangkal sumber itu berasal, persis seperti reaksi berantai yang tak bertepi yang diinduksi oleh proton ketika mengenai suatu inti. panjang, terus-terusan dan tak berhenti.

Bisa jadi, sesuatu yang bersumber dari diri kita bertransfomasi menjadi sumber keburukan yang nilai keburukannya akan terus selalu mengalir ke diri kita, meski kita tak menyadarinya, meski kita tak menghendakinya, meski kita tak meniatkannya. maka, perlulah diri ini selalu menjaga apa-apa yang akan bersumber dari diri kita merupakan sumber kebaikan, inspirasi, kesenangan dan tentu kerdihoan dari Allah yang maha memberi ampunan.

Mencicipi ruang yang Allah sediakan bagi kita lalu berbagi dengan manusia lainnya, memaksa kita untuk mampu menahan diri tidak menjadikan ruang yang ada menjadi hanya sebatas ruang yang tak memiliki rasa, atau lebih-lebih malah menjadikan ruang itu menjadi ruang yang tak satu orangpun enggan berada disana.

Akan menyenangkan jika setiap yang keluar dari masing-masing manusia adalah kebaikan, dan akan sangat menjengkelkan jika setiap apa-apa yang terpancarkan merupakan suatu keburukan. bukan karena ruangannya menjadi gelap, pengap dan lembab. karena bahkan lebih dari itu. boleh jadi keburukan yang tak sengaja bersumber dari diri kita, pada saat itu, tepat mengarah di inti hati seseorang yang lain, seperti paku yang tepat tertancap di barisan pagar halaman. sangat mudah untuk mencabutnya lagi, namun bekasnya sulit untuk ditutupi, akan selalu terlihat. menancap, dalam, dan menyebalkan.



maka, akan selalu tersedia pilihan lain bagi kita yang mau.
tidak menjadi sumber keburukan, melainkan berikhtiar menjadi sumber kebaikan, oase inspirasi ditengah padang gersang, pemantik semangat bagi sumbu perjuangan, penyala cahaya dikala gelap gulita atau pembuka jalan di belantara. agar nilai kebaikan yang engkau miliki, menjadi tak hanya bagi dirimu sendiri, namun bagi dia juga mereka.

*Tsukuba, 2017-05-15 00.34

image source: lilin 
Tuesday, 8 March 2016 0 comments

Merekalah orang-orang hebat itu

~ Segerak niat dan amal ini tak hanya mampu membekas di bumi, ia pun mampu menggetarkan langit dan seisinya~

di zaman yang serba terkoneksi dengan internet, zaman dimana generasi Z mulai mendominasi populasi masayarakat di dunia, dan zaman dimana orang bilang bahwa akan sangat sulit bagi kita menemukan orang-orang yang ketika dia berbuat sesuatu untuk orang lain, dia tak terlebih dahulu bertanya " Apa untungnya hal itu untuk kehidupan saya??!". --self oriented profit menjadi motivasi besar yang mendorong orang berbuat sesuatu. 

Apa yang saya alami 2 hari kebelakang berhasil menggugurkan paradigma --Zaman Sekarang-- tersebut, 2 hari yang luar biasa menyenangkan, 2 hari yang tak mudah terlupakan, 2 hari indah yang dikelilingi dan dipenuhi oleh orang-orang besar --hati dan pemikirannya--, orang-orang yang jauh dari kata mementingkan dirinya sendiri, bahkan sebaliknya, mereka begitu khidmat memikirkan apa dan bagaimana cara terbaik yang akan mereka gunakan untuk menyampaikan dan memberikan sesuatu pada orang lain.     

Kelas Inspirasi Tasikmalaya, suatu kegiatan yang mengajak para profesional untuk iuran berupa cuti sehari demi mentransfer semangat dan memberikan inspirasi kepada anak-anak di daerah pelosok di Tasikmalaya guna menyemangati anak-anak tersebut agar mereka mau lebih giat belajar dan semangat menjalani hari-hari pendidikan mereka, itulah alasan dan jalan Allah mempertemukan saya dan mereka. 
12 SD-MI di daerah Tasikmalaya terpilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Kelas Inspirasi Tasikmalaya ini. Masing-masing sekolah mendapatkan sejumlah relawan yang nantinya akan datang ke sekolah tersebut berbagi keceriaan dan semangat serta inspirasi bagi siswa-siswa Sekolah tersebut.   

saya pun termasuk kedalam tim relawan yang akan menginspirasi di kegiatan ini. MI Cicurug, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, itulah sekolah dasar swasta di daerah Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi tempat kami berbagi inspirasi.

untuk siswa-siswi sekolah inilah saya dan mereka bertemu dan dikumpulkan, Saya diberi amanah sebagai seorang fasilitator yang bertugas mengordinasikan hal-hal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan di sekolah terebut. seharusnya sih, gitu, tetapi dalam pelaksanaannya, banyak hal yang saya lewatkan dalam konteks saya sebagai seorang fasilitator. ada amanah lain dalam kegiatan ini yang mengaharuskan saya membagi perhatian saya sehingga ada beberapa hal yang saya lewatkan sebagai seorang fasilitator yang baik. --maafkan saya ya

Tiap sekolah yang dijadikan tempat pelaksanaan kelas inspirasi, kedatangan beberapa orang profesional dengan latar belakang profesi yang beragam, dengan harapan, siswa-siswi disana mampu termotivasi untuk menjadi seperti para profesional tersebut dan mau giat belajar hingga menjadi apa yang mereka cita-citakan.
begitupun dengan MI Cicurug, ada 6 Inspirator, 2 dokumentator dan 2 fasilitator yang datang membawa semangat serta harapan besar bagi adik-adik siswa disana. mereka beraksi menebar inspirasi ke kelas-kelas dengan gaya dan cara mereka masing-masing. sejujurnya, selain siswa-siswi disana, saya pun mendapatkan banyak inspirasi dari orang-orang hebat ini. orang-orang yang mau berpeluh tanpa mengharap imbalan apapun kecuali senyum bahagia dan semangat yang membuncah pada diri anak-anak yang mereka dorong untuk berani bermimpi.

saya perkenalkan ya masing-masing dari mereka dan 5 hal yang merangkum kesan saat bersama mereka:

1. Teh Intan     : Tahu bagaimana harus bersikap, Aktif, Periang, Tangguh, Penuh simpati
2. Teh Tika      : Pendiam yang aktif, pulang duluan wae, bersemangat, Strong, cerdas
3. Teh Eva       : Ramaaah, rendah hati, baik, jagoan bikin video nya, ceria
4. Mas Derry : Aktif banget, sangat baik, faham bagaimana berinteraksi dengan orang lain, asyik, agak kebapaan lah
5. Mas Sonny  : Dewasa, kritis banget, cerdas, selalu ingin melibatkan diri, sempurna
6. Teh Sylivia   : di W.a sih pendiam eh aslinya rame pisan, strong woman, gauul, akhirnya ketagihan ikut KI
7. Teh Tia        : pertama keliatan jutek, aslinya mah nggak, selalu rame, detail, ramah
8. Teh Anne     : aktif, cerdas, dewasa, baiik, keibuan
9. Pak Budi     : Pejabat teladan, Baik banget, Tegas, proaktif, faham dengan kami-kami yang rata2 seumuran anak-anaknya.

kiri-kanan :
atas : jajaran staf pengajar MI Cicurug, Kecamatan Sukaratu
Bawah : Teh intan, Mas Sonny, Teh Anne, Mas Derry, Teh Sylvia, Teh Tia, Teh Tika, Saya
yang motoin : Teh Eva

dari orang-orang hebat itu lah saya belajar banyak hal. paham akan artinya pengorbanan, dari cara mereka berkorban meluangkan waktu kerja/kuliah mereka, dari cara mereka mengeluarkan harta mereka, dari cara mereka berjibaku dengan waktu membaginya agar kewajiban dirinya sendiri terpenuhi serta tanpa mengurangi hak nya untuk orang lain. saya pun belajar banyak dari mereka dari cara mereka menunjukkan bahwa hidupku ini tak hanya sekedar "untuk aku", tapi juga untuk dia dan mereka, dan belajar bahwa segala problem yang ada di sekitar kita akan terpecahkan jika kita semua bergerak bersama, tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi bersama beriringan. --aku, kamu, dia, kita dan mereka dengan visi dan tujuan yang sama berikhtiar menjadi solusi, agar problematika yang ada ini hanyalah menjadi sebuah tempaan yang membuat kita, bangsa Indonesia, menjadi semakin kuat.

dalam salah satu pidatonya, Presiden pertama Indonesia pernah mengangkat sebuah cerita yang berasal dari kitab Ramayana. Beliau bercerita bahwa dalam kitab Ramayana ada sebuah negeri bernama Uttara kuru, negeri dimana semuanya serba biasa-biasa saja, tak ada panas yang terlalu, tak ada dingin yang terlalu. tak ada susah yang terlalu bahkan tak ada masalah yang terlalu, semuanya serba sedang-sedang saja. Sungguh negeri tanpa problematika. Sehingga Rakyatnya pun adem ayem dengan kehidupannya yang adem-ayem, tak ada rintangan, tidak ada perjuangan. jika dibandingkan dengan bangsa kita, sungguh jauh berbeda. Kehidupan disana serasa indah dengan senang yang tidak telalu dan susah pun yang tidak terlalu, semuanya serba sedang-sedang saja. Memang indah, negara dengan kondisi seperti itu adalah negeri yang indah. Tapi apakah kita mau menjadi negeri seperti itu?

saya rasa tidak, karena bangsa yang seperti itu tak akan pernah menjadi bangsa yang besar, tak akan pernah merasakan bercucurnya peluh perjuangan, pergulatan dengan berbagai macam problematika kehidupan dalam berbagai macam aspek, yang dengannya lah kita semua bisa menjadi bangsa yang kuat. karena bangsa yang biasa-biasa saja, tak akan pernah faham rasanya saling menolong dan membantu dalam peliknya kehidupan dan tak akan mengerti bagaimana rasanya berkorban walaupun kita sendiri berada dalam kesulitan, dan negara yang sedang-sedang saja tak akan pernah tahu bahwa ada begitu banyak orang-orang hebat yang siap membagi cita dan cinta mereka untuk orang lain yang bahkan tak pernah mereka kenal, seperti yang telah orang-orang hebat ini ajarkan pada saya.

karena merekalah yang membuat bangsa ini menjadi bangsa yang besar!









Tuesday, 8 December 2015 0 comments

Makna

~Banyak hal tak bermakna kita jumpai disekitaran kita, tapi bukan sama sekali tak bermakna hanya saja kitalah yang lupa memberinya makna~



perjalanan ini semakin terasa melelahkan, pada awalnya perjalanan ini memang cukup melelahkan , tapi tak separah sekarang. namun..mau dikata bagaimanapun, lelah itu sebenarnya sebuah keniscayaan, bahkan orang tertidur lelap pun akan merasakan lelah ketika dia terbangun. sehingga ada hal lain yang perlu kita fokuskan, bukan pada lelahnya tapi pada alasan mengapa lelah ini ada. semua orang merasakan lelah yang sama, orang pergi ke kantor, orang pergi berdagang, bahkan orang pergi untuk tidak berbuat apapun merasakan lelah yang sama, dan yang membedakan semuanya adalah alasan mengapa mereka mau menanggung lelah tersebut, alasan mengapa mereka siap menerima lelah itu, alasan mengapa mereka mau merasa lelah!

di tengah jalan yang menurun dengan dikelilingi pepohonan pinus yang segar, mungkin saat itu pukul 8 atau 9 pagi, entahlah tepatnya pukul berapa, karena aku pun tak membawa arloji atau semacamnya, hanya saja ada diantara kami yang sempat berkata bahwa sinar matahari disini akan sangat melenakan disekitar waktu itu, dan sekarang aku merasakan suasana yang memang melenakan, angin yang cukup untuk menghilangkan rasa gerah, sinar matahari yang malu-malu menyelinap diantara dedaunan lalu mengenaiku tanpa aku merasakan panas yang menyebalkan. disaat itu, tetiba aku teringat suatu hal yang sempat jadi bahan perbincangan kami selama ini. 

sebenarnya kemana perjalanan ini akan berakhir??

hanyakah akan berakhir untuk memuaskan hasrat mu sendiri??

atau memang ada hal lain yang ingin kau capai, tapi kau enggan membaginya bersama kami??

jika memang hanya ada hasratku di ujung perjalanan ini, lalu mengapa di pangkal perjalanan dahulu aku merancang dengan detail siapa saja yang akan aku bahagiakan dengannya. jadi tentu bukan hanya ada hasratku saja diujung perjalanan ini, ada sesuatu yang lebih dari itu dan aku tak akan pernah ingkar dengan apa yang pernah aku camkan!
Sunday, 17 May 2015 0 comments

kabar menyenangkan

alhamdulillah ya Rabb

wilayah manusia memang hanya sebatas ikhtiar, dan keputusan hasil akhir akan seperti apa, itu adalah teritori Allah.

hari ini saya cukup excited ketika 2 dari 3 hal yang harus saya miliki untuk melanjutkan studi saya, guna meraih apa yang saya mimpikan telah ada di genggaman tangan. di perjalanan itu ternyata memang tak semudah yang dibayangkan ketika awal memulai jalan ikhtiar ini, semuanya akan mudah, itu pikir saya dulu. padahal setelah mulai lama menapaki jejak ikhtiar ini, tak sedikit godaan bahkan ujian yang mulai menghalangi dan menghambat jalan bak kerikil dan batu sandungan besar. --menyebalkan
untungnya Allah menempatkan saya di lingkungan yang luar biasa baik, keluarga yang percaya penuh dengan keputusan saya, kelompok lingkaran tercinta yang senantiasa saling menguatkan dan saling mengingatkan.

perjuangan ini masih belum berakhir, masih ada 1 hal lagi yang mudah-mudahan Allah rezeki kan kepada saya, sehinggga terpenuhi lah 3 hal yang memang saya incar untuk saya dapatkan di tahun ini.
dan selalu dengan harapan yang sama: "jika jalan ini adalah jalan yang kelak ada ridho-Mu disana, maka mudahkanlah jalan ini ya Rabb..."




Sunday, 22 March 2015 2 comments

Ada jawabannya

malu yang paling memalukan adalah ketika tersadar telah dibuat malu oleh Allah..
bukan..bukan secara langsung Allah menegur saya sehingga saya merasa malu di depan makhluk. malu ini adalah malu ketika mengkhawatirkan doa yang tak terjawab, malu karena telah menganggap remeh kuasa Allah padahal Allah menjawab doa saya secara langsung, lunas, tunai.

sumpah, sungguh malu sama Allah ketika itu.

Ketika saya melakukan persiapan dan menunggu jadwal pendaftaran untuk studi lanjutan saya, saya memiliki cukup banyak waktu untuk melakukan banyak hal selain ngoprek-ngoprek soal TOEFL -- yang merupakan salah satu syarat untuk lolos tahap administrasi dalam meraih beasiswa dari LPDP-- . Bisa dibilang saya termasuk golongan orang lapangan, yang energinya masih tersisa lumayan banyak ketika aktivitas saya hanya pegang pensil + soal2 TOEFL di rumah. Energi yang masih tersisa banyak ini kadang membuat saya uring2an ketika tak berhasil saya salurkan ke aktivitas lain, maka kadang saya pergi silaturahim ke rumah saudara, mengikuti seminar ini dan itu, membuat hal-hal aneh dari barang yang sudah tak digunakan lagi di rumah. Beberapa hari, hal itu cukup ampuh untuk meredam uring2an saya, tapi sayangnya rasa bosan akhirnya menghampiri juga. Bukan..bukan bosan karena bentuk aktivitasnya, tapi tepatnya bosan karena aktivitas saya hanya saya yang menikmatinya, dan nilai manfaatnya tidak terlalu besar untuk orang lain. lalu entah kenapa saya kepikiran untuk mencoba membangun social movement di Tasikmalaya, selain dari efek yang dihasilkan dari social movement ini yang akan bagus bagi orang lain, juga bisa sekalian sebagai sarana aktualisasi pengembangan diri, dalam hal manajerial, merumuskan konsep yang baik dan lain-lain. lumayan lah agar otak, dan badan --sebagai perwujudan ruhani dan jasadiyah-- dapat dimaksimalkan dalam kegiatan yang positif.

singkat cerita, konsep kasar dari social movement yang akan saya jalankan sudah saya kantongi, meski memang perlu di diskusikan dengan teman yang lain dan oh ya untungnya ada teman yang memang sehati dan memang terlihat untuk mau sama-sama berkomitmen dalam merintis movement ini. haha
terasa lancar pada awalnya, belum ada kendala, saya pun mulai mencari referensi movement2 yang ada, sehingga sedikitnya saya bisa meng-copy cara mereka menjalankan movement mereka bahkan saya mendapatkan proposal dari salah satu movement yang cukup keren, dan sudah berpayung hukum (menjadi yayasan). saya belajar banyak dari movement tersebut, dan dari situ pula saya mendapat kenadala. konsep movement yang kami rencanakan adalah pengelolaan sedekah dari orang2 dan memanfaatkannya dalam hal yang lebih luas kebermanfaatannya, sehingga penggalangan sedekah menjadi hal yang vital dalam hal ini. permasalahannya adalah, bagaimana saya bisa menggalang dana dari potensi sedekah yang ada jika tak ada kepercayaan dari para potensi sedekah itu. kami hanya para freshgraduate yang berniat mengabdikan diri untuk kebermanfaatan orang lain. sehingga wajar adanya jika mereka tidak percaya dengan kami, karena kami bukan orang yang memiliki pamor sebagai orang yang dapat dipercaya, bisa saja kami menggelapkan dana tersebut, mungkin begitu pikir orang-orang.

hopeless.. udah lah nggak akan maju nih rencana ke tahap pelaksanaan, kami terkendala dalam hal yang vital, semacam mau mengendarai mobil namun tak ada bahan bakar di mobil itu.
dan hari ini Allah membuat saya malu, Allah tunjukkan bahwa putus asa-nya saya, hopeless-nya saya, tidak bersemangatnya saya, itu salah. Saya berharap pada Allah tapi tak ada keyakinan di dalam nya, ah sungguh saya malu. karena dengan seizin Allah, tiba-tiba ada senior yang sedang melaksanakan study nya di Australia menghubungi saya dan meminta saya mengelola dana sedekah untuk kegiatan charity di Indonesia. -- Head shot itu..

Allah memang pasti akan menjawab semua doa hamba-Nya, maka sudah sepantasnya kita sebagai yang berharap untuk meletakkan keyakinan bahwa doa kita akan dijawab oleh Allah.
seperti Doa nabi Ibrahim yang dijawab oleh Allah dengan lahirnya nabi di tanah Mekah setelah bertahun2 doa dipanjatkan oleh nabi Ibrahim.

Sehingga, mari senantiasa berdoa dan yakin akan ketentuan Allah, karena Allah lah yang mahaMengetahui rahasia langit dan bumi, hidup kita mah cuman apa atuh bagi kuasa Allah mah...he

Sunday, 10 August 2014 0 comments

Pagi ini

"gih anter teteh ke pasar ya!"
"mangga, emang mau beli apa teh?" timpal saya.."ini mau beli sarung buat galon, sama mau beli taplak buat diatas kulkas" jawab teteh..''oh iya teh mangga" jawab saya.

karena beberapa hal, mengantar teteh kemana-mana menjadi salah satu tugas saya di Rumah, sehingga kemanapun teteh mau pergi, saya sudah harus siap beralih profesi menjadi tukang antar keliling bagi dia..ya kemanapun, bisa ke pasar, ke rumah saudara, bahkan ke kondangan sekalipun. oh ya, dan yang lucu adalah: sempat suatu ketika kami berpapasan dengan temannya teteh di pusat perbelanjaan karena teteh minta diantar untuk beli sesuatu, lalu temannya teteh nanya, "itu calonnya rin?", spontan saya langsung geleng-geleng kepala dan meyakinkan bahwa saya adiknya teteh..haha

emang nih si teteh,, mudah-mudahan Allah mendekatkan jodonya, biar ada yang gantiin jadi tukang ojeknya..hehe

balik lagi ke cerita awal. sekitar jam 9 kami pun pergi berangkat ke pasar tumpah untuk belanja keperluan-keperluan yang teteh mau. pasar yang kami tuju adalah Pasar Kojengkang, pasar tumpah yang tumpahnya hari minggu, pasar tumpah yang pamornya mampu mengalahkan pamor walikota tasikmalaya, karena hasil survey menunjukkan bahwa 8 dari 10 orang bandung tidak tahu nama walikota tasikmalaya, sedangkan 9 dari 10 orang tasik tahu tentang pasar kojengkang ini. hasil survey ini sudah cukup membuktikan pamornya..

setibanya kami di pasar yang namanya mirip-mirip orang yang lagi di jorokin kebelakang hingga dia jatuh tersungkur (Kejengkang), teteh langsung hilang dari pandangan mata, sudah entah kemana dia pergi, karena sejauh mata memandang, tak saya temukan keberadaan teteh, teteh sudah tenggelam kedalam empang manusia yang sebagian terlihat sedang berbelanja, sebagian yang lain berolahraga, ada juga yang hanya iseng-iseng melihat orang membelanjakan olahraga..

ya sudahlah, kebetulan saya juga ada yang mau dibeli jadi saya ikut saja berbaur dengan mereka para pengunjung, pikir saya.

tak berapa lama, saya melihat seorang bapak-bapak yang menjual barang yang saya butuhkan, saya lihat barang-barangnya dari kejauhan sambil berjalan mendekati, pada saat itu air muka saya mungkin menunjukkan bahwa saya menaruh ketertarikan ke barang dagangannya bapak, lalu bapaknya memandangi saya tanpa berucap sepatah katapun, sayapun jadi ketakutan, akhirnya saya tak jadi melihat-lihat barang dagangannya lebih dekat, dengan seolah-olah menjadi pejalan kaki yang numpang lewat..

sebenarnya, saya ini adalah tipe orang yang nggak bisa belanja, yang entah kenapa ketika hendak belanja selalu saja ada perasaan macam peristiwa tadi. sehingga tak jarang ketika hendak belanja ke pusat perbelanjaan, pada saat pulang akhirnya tak ada barang apapun yang saya beli.

saya jadi teringat apa yang teman saya bilang, oknum yang satu ini bilang kalo saya ini ternyata seorang introvert..

oh men, mana mungkin saya yang -kata orang lain- seorang yang tak tahu malu ini, seorang yang selalu saja dimintai untuk menjadi penyambung lidah, bahkan tak jarang didaulat menjadi perwakilan untuk berdiplomasi dengan pihak-pihak tertentu, misalnya ketika kami tersesat di suatu daerah, maka tanpa perlu bermusyawarah panjang lebar, maka saya lah yang ditunjuk untuk berbincang dengan warga setempat mencari tahu jalan kebenaran, maksudnya jalan yang benar. Lalu ada juga yang bilang bahwa saya orang yang cukup dapat diandalkan dalam hal lobi-melobi, apa mungkin orang seperti saya ini adalah seorang introvert?
bisa jadi sih..hehe

karena oknum yang berkata bahwa saya seorang introvert ini adalah seorang ahli psikoligi (S.Psi), maka argumentasinya sangat bisa saya terima.

iya sih, setelah dipikir-pikir, emang dari dulu, saya adalah orang yang cukup tertutup dengan diri saya, atau bisa disebut menutup diri dari dunia luar. hanya saja, ada teori ilmu komunikasi sederhana yang tak sengaja saya dengar: bahwa ketika kita terbuka dengan orang lain maka orang lain pun tak enggan untuk membuka diri terhadap diri kita. begitu katanya, walaupun saya tak pernah memastikan sebenarnya teori siapa itu.. hal itulah yang membuat saya terlihat seperti orang yang terbuka, bahkan mungkin sangat terbuka bagi beberapa orang, dan mungkin karena itu juga saya dipercaya ketika ada hal-hal yang mengharuskan berinteraksi dengan pihak baru yang belum dikenal.

setelah diberi tahu bahwa saya adalah seorang introvert, saya coba cari tahu deh lebih mendalam mengenai kecenderungan sifat yang satu ini.
dan ternyata, introvert ini adalah salah satu sikap orientasi kepribadian yang orientasinya ke arah subjektif, cenderung fokus pada dunia pribadi dalam diri sendiri dimana realitas diwakili sebagai apa yang dirasakan oleh orang lain (Jung dalam Hall & Lindzey, 1985).  hal yang lain mengenai karakteristik seroang introvert disebutkan oleh Suryabrata pada tahun 2002, ia menjelaskan bahwa seorang introvert ditandai oleh kecenderungan mudah tersinggung, perasaan gampang terluka, mudah gugup, rendah diri, mudah melamun, sukar tidur,, intelegensia relatif tinggi, perbendaharaan kata-kata baik, cenderung tetap pada pendirian (keras kepala), umumnya teliti tapi lambat, mereka agak kaku, dan kurang suka dengan lelucon apalagi yang berbau seks.

tuhkan iya banget, beberapa banyak hal yang disebutkan diatas saya rasakan cocok dengan pembawaan diri saya. ternyata benarlah saya ini seorang introvert..baru nyadar

ya, mungkin sifat ini lah yang seringkali membuat saya gagal berbelanja.

lalu apa masalahnya?

nggak ada, cuman mau cerita aja ternyata saya seorang introvert.

karena yang saya yakini, mau kecenderungan sifatnya kemanapun, ia pasti akan bisa berusaha bersifat apapun yang itu bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya, khairunnas anfauhum linnas.

nggak usah lah terlalu kaku semacam sistem di kampungnya beatrice dan tobias di film Divergent, yang mengharuskan segala sesuatunya harus sesuai dengan sifat dominan yang muncul pada diri seseorang dengan tak memberikan ruang bahkan cenderung mengabaikan sifat-sifat lain yang memiliki potensi untuk memberikan kebermanfaatan pada orang lain. karena kita ini manusia yang sebaik-baik manusia itu adalah yang paling bermanfaat, dengan cara kita dengan pandangan kita.
 
ketika saya disadarkan bahwa saya seorang introvert, saya sih cukup berharap, mudah-mudahan introvertnya saya termasuk ke introvert yang stabil, atau kalaupun belum termasuk kedalam golongan yang stabil, semoga saya dimampukan untuk berikhtiar menjadi pribadi introvert yang stabil, dan Allah Ridho.


pustaka:

Hall, C.S. & Lindzey, G. (1993). Teori-teori psikodinamik (Klinis). Alih bahasa: Supratiknya. Yogyakarta: Kanisius

Suryabrata, S. (2002). Psikologi kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada








 

Saturday, 9 August 2014 0 comments

1.

orang bilang, nggak sedikit manusia yang mendapatkan capaian yang biasa-biasa saja dalam hidupnya. bisa jadi alasannya karena mereka tak pernah mengharapkan hal yang lebih dari yang biasa-biasa itu, atau bahkan mereka tak tahu bahwa ternyata ada yang lebih dari apa yang bisa mereka dapatkan itu dan mereka berpotensi untuk mendapatkan hal tersebut, hanya saja beberapa hal tak mendukung mereka untuk mengetahui hal tersebut. -salah satunya informasi yang mereka dapatkan. ya, saya sepakat dengan pemikiran sederhana itu.

dan beberapa orang yang lain berkata, banyak manusia yang mendapatkan capaian-capaian yang biasa saja dalam hidupnya karena mereka terlalu terburu-buru, mereka kelelahan menunggu kesempatan brilian itu terbuka sempurna hingga akhirnya hanya menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja, seperti tukang pandai besi yang terlalu terburu-buru mengangkat bilah besi dari tungku lalu menempanya, yang padahal waktu yang dibutuhkan untuk bilah besi itu berada di dalam tungku api masihlah lama, masihlah harus menunggu waktu hingga bilah besi itu memerah sempurna jika memang ingin pedang yang dihasilkan mampu menjadi pedang yang tidak hanya bagus secara tampilan saja tapi juga bagus secara fungsi. -tajam dan kuat

jika dianalogikan seperti bilah pedang yang ditempa, maka waktu atau kesempatan brilian yang hilang itu bukan saja karena terlalu terburu-buru, bisa jadi kita juga terlalu lama, timing-nya tak tepat, kita kehilangan momentum yang pas untuk mendapat raihan brilian itu. 

itu juga jika kita tahu momentum yang tepat itu seperti apa, nah kalo kita sendiri nggak tau, gimana?

makanya, orang bijak itu sering bilang.. rencana adalah setengah jalan menuju kesuksesan, gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan.

hubungannya adalah, kita harus faham betul ujung dari pangkal rencana yang kita buat itu, apa sebenarnya goal yang kita tuju itu. sehingga kita akan dengan sadar mengetahui kesempatan mana saja yang dibutuhkan untuk menunjang rencana dan mengantar kita ke goal yang kita tuju.  

akan banyak sekali godaan ketika kita menunggu, bisa jadi kita termakan godaan hingga kita menjadi terburu-buru lalu hilanglah kesempatan atau bisa jadi kita telah menjadi manusia yang terbiasa menunggu hingga tak sadar bahwa kita telah terlalu lama menunggu, dan ketika menatap, diujung sana masih tak ada apa2, tak ada apa yang kita inginkan, tak ada apa yang kita mau.  -naas

berhati-hatilah, jika sudah kau putuskan untuk menunggu, maka bersiaplah menghadapi suasana membosankan.. semembosankannya ruang tunggu yang hanya dilengkapi sepasang kursi pengunjung tanpa bantalan empuk, yang mampu memuat 4 orang yang duduk bersama namun sama sekali tak ada sapa, sesekali memang ada bunyi, bunyi berisik dari program televisi yang sudah entah jenis program apa namanya. yang dipojokannya ada beberapa pot bunga, itupun bunga palsu yang terbuat dari plastik dengan debu yang berhasil membuat warna daunnya yang hijau menjadi abu dan coklat. di pojok lain ruangan, duduk dengan wajah datar seorang perempuan tua berkacamata dengan rambut panjang yang diikat dan dibentuk menyerupai sanggul, kerjanya memanggil para penunggu yang telah tiba gilirannya..maka itu benar-benar membosankan, jika tak kita gunakan, jika tak kita manfaatkan untuk melakukan aktifitas berguna,

ingat-ingat juga pesan orang bijak lain yang sempat berkata bahwa kita ini makhluk sibuk, yang ketika kita sedang tak disibukkan dengan hal baik maka sudah pasti kita sedang disibukkan dengan hal yang tidak baik, maka sadarlah akan kesibukanmu sekarang.

semoga kesibukan kita, ikhtiar kita mendapatkan apa-apa yang kita cita-citakan tak ternodai oleh hal-hal bodoh tak berguna..  


Powered by Blogger.
 
;