semua orang dikenai segala sesuatu sesuai kapasitasnya, karena ALLOH itu maha adil
bismillah....
nanem padi, ya dapet padi. nanem rumput, ya susah kalo pengen dapet padi
assalamualaiakum
WOOOOO
sempet terlintas pikiran bahwa tulisan ini pun momentumnya akan lebih pas ketika pergantian tahun kemarin, ya pergantian tahun hijriah yang kita rayakan beberapa hari yang lalu. tapi kawan,nggak bijak banget kalo mikirnya kaya gitu ternyata, karena sebenernya untuk melakukan sesuatu yang baik bukan lah karena ada momentum, tetapi ikhtiarkan selalu untuk senantias berbuat baik..okeh2
teringat hadits pertama dari hadist arba'in (kumpulan hadits yang dihimpun oleh Imam An-Nawawi)
عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت
رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول
إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله
فهجرته إلى الله ورسوله"
ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه " متفق
عليه,
Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab
radhiyallahu 'anhu, ia berkata :
“Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda:
“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya
mendapatkan sesuai niatnya.
Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan
Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya.
Barang siapa yang
hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan
dikawininya,
maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.
[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin
Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah
Al Bukhari (orang Bukhara) dan
Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam
kedua
kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1
dan Muslim no. 1907]
kawan...mari luruskan niat dan semoga ALLOH senantiasa memelihara niat kita semua ini..
Bismillah...
Begitu dekat, namun kadang buram tak terlihat. Begitu penuh kecintaan,
namun kadang terabaikan.
Asalamu'alaikum
Kumaha kabarna cuy?
Great!! yeah!!
Hari ini ku sedikit bercerita tentang sesuatau hal yang
cukup menarik yang kutemukan siang kemarin, hal menarik ini cukup memaksa
otakku untuk mencari kembali file2 kenangan dulu yang masih tersimpan rapih
dalam rak-rak memori . Mengungkapkan hal yang membuatku sedikit nyengir, ketika
mengingatnya. He
Berawal dari peristiwa yang kuabadikan ini..
Kawan, gambar diatas kuambil iseng ketika ku berkendara dari
bandung ke kampus jatinangor. Kebetulan
waktu itu lalu-lintas sedang dalam kondisi padat merayap, jadi bisa sedikit
curi2 poto dijalanan. Sedikit ku jelaskan kondisi yang ada di gambar itu,
didalam gambar itu ada 2 orang anak kecil, laki-laki dan perempuan, ku
perkirakan mereka adalah adik-kakak (si
adik yang laki, si kakak yang perempuan) yang sedang dibonceng oleh bapak
mereka. Dan hal yang menarik yang ku temukan adalah, peristiwa ketika si kakak begitu kuat mencengkram baju
bapaknya untuk menjaga dirinya dan si adik agar mereka tidak sampai terjatuh
dari motor. Pada awalnya sih ku mengira, hal itu hal yang wajar namanya juga anak kecil, kalo ketakutan pasti
mereka berusaha sekuat tenaga agar terhindar dari rasa takutnya itu, termasuk
perasaan si kakak yang takut jatuh dari motor, makanya dia erat mencengkram
baju bapaknya yang otomatis adiknya itu pun ikut tertahan oleh si kakak, jadi
bukanlah hal yang istimewa..
tapi setelah kupikir-pikir hal istimewa itu ada lho kawan, ya
ada yaitu ketika si kakak memutuskan
untuk duduk paling belakang dengan menempatkan si adik di tengah-tengah,
sehingga dia bisa menjaga, dan menahan adiknya itu agar tidak terjatuh,
walaupun resiko terjatuh yang sangat besar..WOO apreciate buat si kakak
Poin yang ku tekankan disini bukanlah tentang si kakak yang
memutuskan untuk duduk diblakang, kawan..tapi
perasaan biarlah mengalah,serta
keinginan menjaga dari seorang kakak
kepada adiknya yang masih tak berdaya, yang pastinya itu semua muncul berakar
dari rasa kasih sayang dari sesama saudara se-rahim. Yap kecintaan serta rasa
kasih-sayang lah yang membuat itu semua muncul..
Dalam sebuah hadist :
“tak seorang pun dari kalian akan mencapai iman (yang sempurna) sampai
dia menginginkan untuk saudaranya apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri “
(Al-Bukhari dan Muslim)
Subhanallah,,,Mantep
banget nih nasihat Nabi (saw) yang mengajarkan bahwa jika kita memiliki sesuatu
yang baik, yang mendatangkan manfaat, maka kita seharusnya ingin saudara kita
memiliki sesuatu itu juga..beuh
Konteksnya akan lebih luas ketika kita berbicara tentang
saudara mukmin, disini ku hanya ingin membicarakan konteks yang lebih sempit
yaitu tentang saudara serahim.
Tapi kawan,yang namanya kakak ya walupun berbeda orang tua
tapi tetep saudara serahim ko,rahim itu kan artinya kasih sayang, jadi ya bisa
kita perluas menjadi saudara sekasih sayang..he
Mmh..mengingat nasihat dan peristiwa itu, disitu kusedikit
terdiam, mungkin seperti itulah dulu ku diperlakuakan oleh kakakku, ketika ku
masih kecil dan tak berdaya. #Sekarangmah boro2 -_- hehe
Yap ku yakin, kecintaan dan kasih sayang itulah yang mendasari si kakak berusaha menjadi orang yang siap menjadi kunci jawaban ketika adiknya
sibuk bertanya ini dan itu, menjadi sosok yang kadang menjadi objek untuk ditiru
si adik,manusia yang siap mengalah untuk si adik, dan berusaha memberikan kesempatan si adik agar dia merasakan hal terbaik yang dirasakan oleh dirinya...
untuk semuanya,hatur nuhunnya teh,,tong galak2 wae hehe
#rada asbun
bismillah...
amanah itu tidak untuk diminta, namun ketika amanah itu datang menghampirimu, ya jangan lah engkau lari. tapi jawablah amanah itu dengan sepenuh hati

Dikisahkan, terdapat empat sekawan yang sedari kecil mereka adalah teman sepermainan. dari semenjak sd, smp, sma, pesantren kilat, pesantren nggak kilat, bahkan sampai kuliah pun mereka terus bersama. di bangku kuliah, mereka semua aktiv mengikuti kegiatan-kegiatan kampus. dari mulai nyapu, ngepel, nyuci piring, nyuci baju #loh salah haha !! -_-
4 sekawan itu masing-masing bernama SEMUA ORANG, SESEORANG, SIAPA
SAJA & TAK
SEORANG PUN.
pada suatu hari ketika mereka semua berkumpul, ketua lembaga kemahasiswaan yang mereka ikuti memberitahu bahwa ada suatu tugas tugas penting untuk dikerjakan dan SEMUA ORANG diminta
melakukannya. SEMUA ORANG sejenak berpikir dan yakin bahwa
SESEORANG akan melakukannya. SIAPA SAJA bisa melakukannya, tetapi TAK SEORANG PUN yang melakukannya. mendengar hal itu SESEORANG menjadi marah lah, sebab
ini tugas SEMUA ORANG. tapi SEMUA ORANG keukeuh menganggap bahwa SIAPA SAJA dapat
melakukannya, tetapi TAK
SEORANG PUN yang menyadari bahwa SEMUA ORANG tidak akan melakukannya. ya pada akhirnya, SEMUA ORANG
menyalahkan SESEORANG ketika TAK SEORANG PUN melakukan apa yang bisa dilakukan
oleh SIAPA SAJA.
Tugas
siapakah itu?
(Altalib, 1999)
kawan,ini refleksi tentang tugas/ amanah ...
#asbun (suasana ngeleb)
bismillah..
"sanaos mung ngiring mondok di bumi ge, kajeun lah te kunanaon"
weird..yap, aneh pisan perasaan hari ini.
padahal ku mengawali hari ini tak seperti hari sebelumnya,hari yang sebelumnya penuh dengan kemalasan dan sumpah berat benget buat badan ini bergerak, berasa pusat gaya gravitasi tuh ada di kamar kosan.he
hari ini ku mengawalinya dengan memaksa diri untuk memunculkan perasaan penuh kemantapan hati dan semangat dalam setiap tindakan yang akan dilakuakn. perasaan, cukup berhasil, mantep bangetlah pokoknya. seriusan mantep banget ku munculkan perasaan itu.
memang hari ini ada hal yang menuntut diri ini tampil dengan performa terbaiknya,momen sharing pengalaman cuy sama adek-adek yang ku banggakan di himpunan ku tercinta #lebay
tapi bukan hal itu yang sedang akan ku ceritakan disini,mungkin di lain waktu bisa ku share APA YANG KUDAPATKAN KETIKA KU MEMBERI..
singkat cerita, bereslah kegiatan upgrading kapasitas adek-adek dengan ilmu2 keorganisasian itu. memang pada awalnya ku rencancakan pulang ke rumah setelah acara itu berakhir, karena awalanya sih ku pikir acara ini kan berakhir sekitar pukul 11 siang, sehingga ku bisa kejar waktu dan sampe di rumah sekitar pukul 13.00. tapi ternyata, acara beres sekitar jam 5 sore..aduh #tepok jidat
besok, mesti kuliah jam 3, dan juga ku harus balik ke rutinitas leb yang minggu kemarin ku ambil seluruh haknya untuk diperhatikan olehku. tapi entah kenapa, ada perasaan yang tidak biasa yang kurasakan. "pokonamah kedah uwih", hati tuh berasa terus2an meminta hal seperti itu.. aneh
padahal kalo ku mamaksakan pulang, paling dirumah hanya numpang tidur, dan subuh ku harus berangkat lagi balik ke perantauan (walaupan cuman 3-4 jamperjalanan he).
astaghfiullah, semoga ini bukan pertanda sesuatu hal yang yang kurang baik.
entahlah, perasaan aneh itu menggenang,sungguh khawatir ku dibuatnya, padahal malam sebelumnya sudah kudapat kabar orang2 di rumah, dan alhamdulillah mereka baik2 saja. tapi sungguh sangat kuat perasaan ini muncul. akhirnya ku menyerah dengan perasaan ini, ku paksakan pulang setelah maghrib, dengan menggunakan jasa bis umum.
di perjalanan ku berpikir keras, sebenarnya kenapa perasaan yang sangat kuat ini muncul..
mmh, bukan rumah yang ku rindukan, bukan pula kasur tempatku tidur yang ku rindukan.
setelah ku sampai di rumah, akhirnya ku tersadarkan. kecupan penuh cinta-kasih dari sepasang bidadari itu yang ku rindukan, ya..ibu-bapak ku lah yang ku rindukan,senyum mereka, "riweuhnya" mereka, sabarnya mereka, yang membuat perasaan ini muncul begitu hebat. perjalanan melelahkan ini ku kira tak ada artinya bila dibandingkan dengan hasrat yang tuntas ku penuhi. syukur alhamdulillah, tak ada hal yang perlu ku khawatirkan.
mantep banget dah ALLOH telah menyetting hati ini agar ku pulang ke rumah.
4 jam perjalanan untuk dapatkan "sun panangan ka mamah , sareng ka bapak".. keun lah wios, peupeuriheun jarang uwih. he
kawan, tak ada maksud lain, disini ku hanya ingin sedikit berbagi. bahwasanya kita memiliki hak dan kewajiban untuk berbuat baik kepada orang tua. nih, ALLOH berfirman ;
“ Dan Kami telah memerintahkan manusia supaya berbuat baik dan berbakti kepada kedua ibu bapanya … ” (Al-Ankabut ayat 8 )
so, mumpung kita masih memiliki kesempatan untuk berbuat baik kepada ibu-bapak kita. yu ah jangan disiakan. manfaatkan sebaik mungkin momen-momen yang ada. tak ada yang bisa menjamin, besok atau lusa masihkah kita memiliki kesempatan yang sama untuk berbuat baik kepada mereka. hanya sekedar melukis senyum di wajah mereka, ku rasa hal itu jauh lebih baik dibanding tak sama sekali kita peduli dengan dengan kondisi mereka, karena terlalu asyik memikirkan tentang diri pribadi. #tumben bener
sebagai konsekuensi, pagi ini ku harus berangkat balik lagi ke perantauan (perjalanan 4 jam)..haha
jatinangor-tasik berasa kaya dari kampus ke kosan, pulang pergi -_- he
tak apa, yang penting hasrat tersampaikan..he
sebelum itu, mari kencangkan ikat pinggang, tarik napas dalam, dan teriak SEMANGAT ! #ngapain ngencengin ikat pinggang ya haha-_-
#bener2 asbun
Subscribe to:
Posts (Atom)
Powered by Blogger.




- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact